if ( function_exists('register_sidebar') )
register_sidebar(array(
'name' => 'Sidebar',
'before_widget' => '
Posted: April 16th, 2009 | Author: m45kuri | Filed under: ICT Edukasi | No Comments »
Ini adalah catatan saya selaku pendidik di sekolah yang “belum pernah” menikmati akses JARDIKNAS tetapi sangat antusias dengan keberadaan JARDIKNAS. Jadi, yang saya tulis di sini adalah kesan sepihak yang “mudah-mudahan” salah.
- JARDIKNAS, terobosan hebat dunia pendidikan Indonesia dengan konsep luar biasa dan menjadi “tidak berdaya” setelah diimplementasikan di lapangan.
- Untuk mengisi konten JARDIKNAS, maka sempat diadakan Pelatihan yang diikuti oleh Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Administrasi. Tentu saja biaya yang dikeluarkan untuk pelatihan ini sangat banyak. Hasilnya, saya ragu apakah JARDIKNAS betul-betul mendapatkan konten sesuai yang diharapkan. Lihat saja milis yang dikelola Jardiknas, Blog, dan konten lain yang diharapkan dapat memperkaya situs JARDIKNAS. Kelihatannya… bertepuk sebelah tangan. Habis pelatihan, dapat transport, tugas portofolionya “copy dan paste”. Bahkan ada yang menyuruh stafnya membuat portofolio.
- JARDIKNAS. setahu saya jadi “Booming” karena ada fasilitas NUPTK (Nomor Induk Pendidik dan Tenaga Kependidikan), NISN (Nomor Induk Siswa Nasional), NSS. Untuk keamanan, semua data NUPTK dan NISN dipusatkan di Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Alhasil, data dari sekolah yang sudah benar jadi amburadul lagi. Bahkan, untuk mencari data NISN saja susahnya setengah mati karena sempat diblokir dan data terbaru tidak ter-”update”.
- JARDIKNAS. belum menjangkau semua sekolah. Lebih repot lagi.. Tim JARDIKNAS Kabupaten/Kota tidak solid, sehingga menyusahkan sekolah yang belum terjangkau. (Daripada repot.. akhirnya mengelola sendiri dengan harapan kalau JARDIKNAS sudah dewasa.. nanti bisa bergabung).
Lepas dari carut marut implementasi JARDIKNAS, saya menyambut gembira bahwa JARDIKNAS telah mendapat pengelola baru dengan harapan JARDIKNAS menjadi semakin profesional. Dan saya melihat, JARDIKNAS berpeluang besar untuk menyatukan sekolah-sekolah di Indonesia dalam satu kebijakan teknologi informasi. Sehingga, kehadiran TIK di sekolah betul-betul dapat menjadi tulang punggung pendukung layanan pendidikan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kualitas SDM dalam penguasaan TIK. Semoga.. (sementara berharap dulu saja).
Posted: April 16th, 2009 | Author: m45kuri | Filed under: Oprek PC | Tags: blue screen, install, windows xp | 1 Comment »
Terus terang saja saat ini saya masih “mendua”. Untuk aktifitas sehari-hari saya lebih sering menggunakan Ubuntu (Linux) tetapi untuk urusan pekerjaan saya ya tetap aja pake Windy. Nah, kadang-kadang saya juga dimintai tolong untuk sekedar membetulkan komputer rekan kerja atau teman di rumah. Walaupun sudah sering mengoprek PC, tapi ada saja permasalahan-permasalahan yang muncul yang kadang sempat bikin “bete”.
Nah, pengalaman tadi malam, saya terpaksa harus bongkar PC teman dan karena dikejar “deadline” akhirnya luangkan waktu juga. Ada dua PC dengan mobo yang sama yang saya kerjakan. Setelah beres 1 PC, saya coba mobo kedua. Saya tidak tahu pasti apa permasalahannya, yang jelas mobo yang kedua ini cukup membuat saya mengelus dada. Beberapa kali muncul ‘blue screen” dan terus minta restart. Seperti biasa saya selalu mencoba bertanya pada paman Google dan inilah hasil browsing yang langsung saya posting (daripada besuk browsing lagi).
Read the rest of this entry »
Posted: April 15th, 2009 | Author: m45kuri | Filed under: Teknologi Informasi | Tags: proses, sekolah, TIK | No Comments »
Ada satu pertanyaan di dalam hati yang selalu menggelitik untuk dijawab. Perkembangan teknologi informasi di dunia “luar” yang begitu melimpah mengapa selalu terlambat diadaptasi oleh dunia pendidikan kita. Dan mohon maaf, ada begitu kesenjangan yang begitu nyata antara sekolah kota dan desa. Melimpahnya opensource dan tool-tool pendidikan hanya dinikmati oleh sebagian sekolah saja yang memang intens mendapat pelatihan (?) dan sekolah yang memang menyadari bahwa TIK merupakan kebutuhan nyata yang harus diadaptasi oleh sekolah.
Read the rest of this entry »
Posted: April 15th, 2009 | Author: m45kuri | Filed under: Motivasi | Tags: emosional, tenang dalam sikap | No Comments »
Saudaraku yang baik, ketenangan menjadi sesuatu yang dibutuhkan setiap orang. Terutama ketika sedang menghadapi masalah atau saat hendak mengambil keputusan. Orang yang tenang tidak pernah galau, panik tergesa-gesa, tidak emosional, tidak overacting. Orang tenang akan bisa menerima informasi lebih banyak, hingga dia bisa lebih memahami. Sedangkan orang yang emosional pendek kemampuan memahaminya, akibatnya kalau merespon akan tidak bagus karena keterbatasan pemahamannya.
Ketenangan pun akan membawa kewibawaan, atau karisma tersendiri bagi pemiliknya. Ia akan disegani oleh teman dan lingkungannya. Sebaliknya, orang yang overacting tidak akan memiliki kharisma. Terutama, kepada para calon pemimpin dalam skala apapun, ia harus berlatih mengendalikan diri, tetap tenang dalam kondisi bagaimanapun sulitnya. Dan, tenang bukan berarti lamban. Nabi Muhammad SAW adalah manusia paling tenang, tetapi berjalannya sangat gesit. Karena ketenangan tidak ada kaitannya dengan waktu, melainkan dengan pengendalian diri, artinya dia tetap gesit, tangkas tidak ada gurau berlebih, atau berteriak-teriak. Pribadi yang kalem senyum berukir jernih, tidak pula banyak bicara kalau memang tidak perlu bicara. Akibatnya, orang yang tenang mendapat ilmu yang lebih banyak, mendapatkan kemampuan memilih keputusan lebih baik.
Read the rest of this entry »