if ( function_exists('register_sidebar') ) register_sidebar(array( 'name' => 'Sidebar', 'before_widget' => '
', 'after_widget' => '
', 'before_title' => '

', 'after_title' => '

', )); if ( function_exists('register_sidebar') ) register_sidebar(array( 'name' => 'Blurb', 'before_widget' => '', 'after_widget' => '', 'before_title' => '', 'after_title' => '', )); if ( function_exists('register_sidebar') ) register_sidebar(array( 'name' => 'Top Navigation', 'before_widget' => '', 'after_widget' => '', 'before_title' => '', 'after_title' => '', )); ?>

JARDIKNAS: “HIDUP” LAGI

Posted: April 16th, 2009 | Author: m45kuri | Filed under: ICT Edukasi | No Comments »

jardiknasIni adalah catatan saya selaku pendidik di sekolah yang “belum pernah” menikmati akses JARDIKNAS tetapi sangat antusias dengan keberadaan JARDIKNAS. Jadi, yang saya tulis di sini adalah kesan sepihak yang “mudah-mudahan” salah.

Lepas dari carut marut implementasi JARDIKNAS, saya  menyambut gembira bahwa JARDIKNAS telah mendapat pengelola baru dengan harapan JARDIKNAS menjadi semakin profesional. Dan saya melihat, JARDIKNAS berpeluang besar untuk menyatukan sekolah-sekolah di Indonesia dalam satu kebijakan teknologi informasi. Sehingga, kehadiran TIK di sekolah betul-betul dapat menjadi tulang punggung pendukung layanan pendidikan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kualitas SDM dalam penguasaan TIK. Semoga.. (sementara berharap dulu saja).


Blue Screen di Windows Xp

Posted: April 16th, 2009 | Author: m45kuri | Filed under: Oprek PC | Tags: , , | 1 Comment »

imagesTerus terang saja saat ini saya masih “mendua”. Untuk aktifitas sehari-hari saya lebih sering menggunakan Ubuntu (Linux) tetapi untuk urusan pekerjaan saya ya tetap aja pake Windy. Nah, kadang-kadang saya juga dimintai tolong untuk sekedar membetulkan komputer rekan kerja atau teman di rumah. Walaupun sudah sering mengoprek PC, tapi ada saja permasalahan-permasalahan yang muncul yang kadang sempat bikin “bete”.

Nah, pengalaman tadi malam, saya terpaksa harus bongkar PC teman dan karena dikejar “deadline” akhirnya luangkan waktu juga. Ada dua PC dengan mobo yang sama yang saya kerjakan. Setelah beres 1 PC, saya coba mobo kedua. Saya tidak tahu pasti apa permasalahannya, yang jelas mobo yang kedua ini cukup membuat saya mengelus dada. Beberapa kali muncul ‘blue screen” dan terus minta restart. Seperti biasa saya selalu mencoba bertanya pada paman Google dan inilah hasil browsing yang langsung saya posting (daripada besuk browsing lagi).

Read the rest of this entry »


Proses yang baik akan menghasilkan output yang baik

Posted: April 15th, 2009 | Author: m45kuri | Filed under: Teknologi Informasi | Tags: , , | No Comments »

Ada satu pertanyaan di dalam hati yang selalu menggelitik untuk dijawab. Perkembangan teknologi informasi di dunia “luar” yang begitu melimpah mengapa selalu terlambat diadaptasi oleh dunia pendidikan kita. Dan mohon maaf, ada begitu kesenjangan yang begitu nyata antara sekolah kota dan desa. Melimpahnya opensource dan tool-tool pendidikan hanya dinikmati oleh sebagian sekolah saja yang memang intens mendapat pelatihan (?) dan sekolah yang memang menyadari bahwa TIK merupakan kebutuhan nyata yang harus diadaptasi oleh sekolah.

Read the rest of this entry »


Internet: Ibarat Pisau Bermata Dua

Posted: April 15th, 2009 | Author: m45kuri | Filed under: Teknologi Informasi | Tags: , , | No Comments »

pisauIlmu pengetahuan dan teknologi ibarat matahari yang bersinar di atas muka bumi. Kemanapun pergi maka kita tidak bisa menghindarinya. Ada jeda, kita bisa menghindar sesaat dengan munculnya malam, tetapi pagi hari ia akan bersinar lagi. Artinya, kita tidak bisa membendung serbuan ilmu dan teknologi dari dunia Barat yang semakin mendunia, memanjakan, memperbaiki taraf kehidupan sekaligus melenakan.

Ada kesalahan besar sebagian besar sumber daya manusia “Indonesia” dalam memahami teknologi. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang tidak terbendung terutama kehadiran Internet dalam setiap sisi kehidupan telah berpengaruh banyak dalam pola dan habit masyarakat Indonesia. Kesalahan mengadaptasi teknologi yang disebabkan oleh minimnya pengetahuan dan konsumerisme telah membuat satu opini yang berbeda dari teknologi itu sendiri.
Lihat saja! Siapa yang tidak pakai Handphone saat ini? Tengok saja fitur-fitur HP yang ada sekarang. Sangat tidak terbayangkan dan di luar estimasi kita. Apa manfaat yang kita dapat selama ini? Satu hari tidak memakai handphone maka kita seperti kehilangan sesuatu yang amat berharga. Buka mata kita! Anak-anak kita yang belum cakap segi ekonomi dan daya imaginasinya, dengan bangga menenteng handphone dan membelanjakan uang hanya untuk sesuatu yang tidak besar manfaatnya. Lihatlah betapa bangga para siswa di negeri ini merekam peristiwa-peristiwa yang belum cukup untuk menjadi konsumsinya. Silakan Anda mampir ke warnet. Betapa bebasnya anak-anak kita mengakses kontent dewasa tanpa sedikitpun memahami akibat dari tindakannya itu.
Fakta memang menunjukkan bahwa teknologi begitu dahsyat pengaruhnya bagi generasi kita. Saking dahsyatnya sehingga kita nyaris tidak bisa berbuat apa-apa. Lantas? Apakah kita akan menarik diri dari teknologi? Mustahil.
Menurut pendapat saya, memakai teknologi dengan bertanggung jawab adalah solusi terbaik dalam menjawab permasalahan ini. Menjadi kewajiban kita selaku orang tua sekaligus PENDIDIK agar kita dapat menanamkan sikap mental “memakai teknologi dengan bertanggung jawab”. Karena kita sadar sepenuhnya, bahwa teknologi telah mengantarkan kita menjadi sebuah bangsa yang beradab dan bermartabat. Sehingga, sungguh tidak pantas bagi kita justru sebaliknya: “menjadi orang yang tersesat dalam belantara teknologi” dan kita hanya bisa menjadi penonton saja tanpa berperan apa-apa.

Internet harus menjadi bagian dari kebutuhan kita selaku Pendidik untuk dapat terus memantapkan kompetensi dan profesionalisme. Adakalanya kita memang dapat terjebak dalam pengaruh negatif sepertinya maraknya situs negatif lain dan cenderung merusak mental. Tetapi kita yakin, bahwa keberadaan Internet besar sekali manfaatnya bagi diri kita. Kita adalah insan Pendidik yang profesional dan telah sepakat bahwa Internet adalah media menuju “Profesionalime” itu. Bukan sebaliknya!